safirsyifa サフィルシファ

Menangis (1) #resensi buku

Posted by: safirsyifa on: February 18, 2012


Assalamu’alaykum..

Kembali posting dalam bahasa Indonesia, kali ini ingin posting mengenai sebuah buku milik bapak, judulnya Saat-saat Rasulullah & Sahabat Menangis. Buku ini Edisi Indonesia karya Majdi Muhammad As-Syahawi. Judul aslinya Mawaqif Baka fiiha An-Nabi wa Ash-Shahabah. Semoga bermanfaat. Mungkin di waktu akan datang, akan ada postingan lain dari buku lain yang lagi-lagi punya bapak. Mari mulai.. :mrgreen:

Jika dilihat dari sebab dan tujuannya, tangisan dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian, yaitu:

  1. Tangisan yang menjadi sebab turunnya rahmat.
  2. Tangis yang disebabkan oleh perasaan khusyu’ dan rasa takut.
  3. Tangis karena cinta dan kerinduan.
  4. Tangis yang disebabkan oleh rasa senang dan kegembiraan yang dirasakan.
  5. Tangis atas kejadian yang tidak mengenakkan dan dirasa sangat berat menerima kejadian tersebut.
  6. Tangis kesedihan.
  7. Tangis karena kelemahan diri.
  8. Tangis munafik (pura-pura), yaitu tangisan yang tidak menggambarkan perasaan hati yang sebenarnya,
  9. Tangis karena ada yang memerintahkan.
  10. Tangis yang terlahir dari perasaan hanyut oleh tangisan orang lain.

Terkadang, ada juga orang yang kondisinya tidak membuat ia harus menangis, namun ia berusaha sekuat mungkin untuk menangis. Tangis seperti ini terbagi menjadi dua, yaitu:

  1. Tangis yang dianggap bagus dan dalam kacamata agama dianggap sebagai tangis yang terpuji.
  2. Tangis yang dalam kacamata agama dianggap sebagai tangisan yang tercela.

Apa yang membedakan antara kedua tangis di atas?

Sementara tangis yang dicela dalam kacamata agama adalah tangisan seseorang yang dilakukan karena mengharapkan pujian makhluk.

Ada juga beberapa tangisan yang dianjurkan dalam agama.

Diriwayatkan dari Aqabah bin Amir radhiallahu ‘anhu (Arabic: رضي الله عنه‎), ia berkata, “Saya pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang sikap yang akan membawa kepada keselamatan.” Rasulullah SAW menjawab,

“Kendalikan lisanmu, jadikanlah rumahmu luas (dalam menerima tamu) dan menangislah karena meratapi kesalahan yang pernah kamu lakukan.”

- HR. Imam Ahmad. 5/259. At-Tirmidzi. 2406.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu disebutkan

Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan dari Allah SWT dihari yang tidak ada satupun naungan saat itu …”

Diantara salah satu golongan yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mendapatkan perlindungan tersebut adalah,

“Seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala (Arabic: سبحانه و تعالى) dalam kesendirian, kemudian air matanya berlinang membasahi pipinya.”

- HR. Bukhari. 660. Muslim. 1031. At-Tirmidzi. 2391.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu,

Sesungguhnya Rasulullah bersabda,

“Barangsiapa yang berdzikir mengingat Allah subhanahu wa ta’ala, lalu air matanya berlinang karena rasa khusyu’ dan takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala, kemudian butiran air mata tersebut jatuh membasahi bumi, maka di hari kiamat nanti, Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan mengadzab orang tersebut.”

- HR. Al Hakim. 4/260.

Keinget bapak seringkali bilang, ndak boleh banyak ketawa atau ketawa berlebihan.

Intermezzo: ditengah posting, ibuk ngasih 1 piring nasi uduk sama ayam ungkep, masih panas. Sipp. :mrgreen:

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Darda’ radhiallahu ‘anhu disebutkan,

Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa. Dan, kalian akan keluar menuju tempat yang tinggi untuk meyerahkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala, sementara kalian masih belum tahu, apakah kalian akan selamat atau tidak.”

- HR. Al Hakim. 4/320.

Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah ketika menerangkan tentang tangisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki sisi-sisi kemanusiaan. Beliau mengalami kesedihan seperti beliau juga mengalami kegembiraan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang menangis, namun menangisnya beliau sama dengan tertawanya, artinya; tangisan beliau tidak pernah berlebihan. Tidak pernah beliau menangis sampai meraung-raung. Seperti beliau tidak pernah tertawa hingga terbahak-bahak. Di saat mengalami satu kejadian yang menyedihkan, air mata beliau berlinang membasahi pipinya yang mulia dan terdengar nada kesedihan dari gerak dadanya.”

Subhanallah. Semoga bermanfaat. Bersambung: Menangis (2)

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Assalamu’alaykum..

Today..

Tiny Me..



Please, let me show my identity, as a writer of this blog. My name is Nur Safira Assyifa’. Except family, they call me Nur, Syifa’ or Safir. I nicknamed my self, safirsyifa. I born and grow in Surabaya.
See more here..

Quote..

2012 . 03 . 01
سْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Menyebut nama Allah subhanahu wa ta'ala di kala lapang akan menambah kebahagiaan hidup kita lebih bermakna, dan di kala sempit akan mengurai derita menuju cahaya.
-- Demikian isyarat Allah subhanahu wa ta'ala dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab 33:41-44

You may not be able to fall asleep, but you can be sure to dream.
-- me

It is not enough to be busy. So are the ants. The question is: What are we busy doing?
-- @IslamicThinking

Sehebat apapun ancaman manusia, tak akan jatuh sehelai rambut pun tanpa seizin Allah subhanahu wa ta'ala
-- @IslamSpeaks

A mouth may tell a lie. If heart can speak honestly.
-- @safirsyifa

Writing is a struggle against silence.
-- Carlos Fuentes

Blog Hits..

  • 37,442 people

History..



License..

Creative Commons License
safirsyifa サフィルシファ - wordpress blog by safirsyifa is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License.

You're required to link to this blog whenever you republish my content.