Puisi di film GIE

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa..
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui..
Apakah kau masih selembut dahulu..
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap..
Sambil membenarkan letak leher kemejaku..
Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah pandala wangi..
Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram..
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin..
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu..
Ketika ku dekap, kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat..
Apakah kau masih akan berkata..
Kudengar detak jantungmu..
Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam CINTA..

4 thoughts on “Puisi di film GIE

Would you kind to have any thought?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s