Primary and Secondary

かわいそう

Herann,.. dalam diri ini, aku seperti punya dua sisi.. satu sisi adalah sisi yang aku perlihatkan pada orang-orang di sekitarku.. satu lagi, hanyalah sebuah mimpi.. mimpi tentang diriku yang lebih baik dari sebelumnya..

Mengapa sebuah mimpi ini sangat sulit diwujudkan.. aku melihat banyak orang yang bisa mirip seperti apa yang aku impikan ini.. memang, aku seorang muslimah.. namun, penampilanku kurasa masih jauh dari seorang muslimah yang baik..

Mimpiku tentang diriku yang berpenampilan bak seorang muslimah sejati, aku memakai pakaian yang pantas sebagai muslimah, rok kukenakan, kerudung menurut Quran, dan bla, bla, bla.. aku senang menebar senyum, aku suka menolong orang dan tanpa pamrih,. niat-niat buruk apapun akan segera hilang dari pikiran begitu terlintas.. semua pekerjaanku kutata rapi, terjadwal dan bertujuan mulia demi mencapai ridho Allah SWT.. topik di kepalaku yang paling atas adalah Allah yaa Rahman disusul dengan Rasulku tercinta, Muhammad SAW..

Sulit.. Itulah kata yang selalu terlintas di pikiranku mengenai mimpiku.. bahkan aku masih menyebutnya mimpi.. entah sampai kapan hal itu akan berupa mimpi.. aku pun bukan seorang muslimah yang banyak mengerti islam secara mendalam.. aku bahkan jarang menyentuh buku-buku tentang hadits maupun buku-buku bernafaskan islam.. huff.. padahal, aku merasa, ketika aku masih duduk di bangku SMP, aku merasakan bahwa diriku telah menjadi mimpiku itu, namun dengan banyak kekurangan dalam pengalaman-pengalaman hidup dan semakin banyaknya kegiatan duniawiku..

Pikiranku kemudian tersita pada pahlawanku, dia bapakku.. beliau adalah seorang penasehat dan penuntunku dalam ber-Islam,. (kan belum bersuami.. :mrgreen: ) Bapak, adalah figur yang dominan dalam hidupku.. beliau yang memberitahukan segala sesuatu hal dalam ber-Islam.. bapak yang membuat ibu memakai kerudung ketika menikahinya, begitu pun pada diriku ketika aku masuk di bangku SMP.. beliau adalah seorang yang keras dan senang berdebat mengenai apa yang diyakininya.. tidak heran beliau adalah seorang khotib dan imam yang sering diminta kehadirannya di banyak surau dan masjid.. pada waktu sekarang ini, beliau kuberi statu sebagai pengawas aktif..

Kembali pada diriku,. bolehkah aku menyalahkan duniawi yang begitu kuat untuk menarik diriku jauh kedalamny.. menarik diriku untuk banyak melupakan hal-hal yang lebih penting dari hanya sekedar duniawi.. ataukah diriku yang harus disalahkan karena semuanya bermula pada diriku sendiri..

:mrgreen: postingan yang sedikit aneh bukan? namun, aku berharap sebuah komentar dari para pembaca, apapun itu, aku sangat menghargainya.. kutegaskan, aku ingin mimpi itu bukanlah hanya sebuah mimpi, namun kenyataan.. :mrgreen:

*chasing our dream*

3 thoughts on “Primary and Secondary

  1. Tidak ada yang salah dengan dirimu, Safir. Sebagai seorang teman yang ketemu langsung, saya sudah merasa kamu sebagai orang yang baik kok. Apalagi yang lebih dari itu? Anak pesantren aja ada yg nggak akhwat banget kok. Malah saya pikir, deskripsimu tentang mimpimu itu malah sudah ada di kamu kok.

    Saya senang dengan tulisan ini. Berarti Safir ada keinginan untuk selalu melangkah maju, meraih mimpi untuk menjadi seorang yang ideal menurut Safir. Tapi juga jangan menyesal dengan diri saat ini ya. Tahu nggak, Safir yang sekarang sudah membuat banyak pertemanan? Itu baik kan? Nggak ada yang salah kan? Kesibukan, kegiatan dkk. memang hal duniawi, tapi apa yang salah dari itu? Anggap saja semua itu adalah sarana yang diberikan Tuhan untuk menjadi pribadi yang lebih baik daripada sebelumnya.

    Maaf, panjang.😛

  2. Hey, ini bukan posting-an aneh! Tidak aneh! Ini bagus!😀

    Yah, meski hidup ini tampak sulit, selalu ada ganjalan, tetap nikmati hidup ini ya.😉

Would you kind to have any thought?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s