Terbangun dari Mimpi

Misalnya kita bermimpi, dalam mimpi itu kita mengendarai pesawat terbang yang begitu canggihnya sehingga kita tidak merasakan getaran sama sekali, dan pesawat itu bisa berjalan di jalan darat seperti mobil. Tentu kita bisa takjub. Namun, suatu ketika pesawat tersebut menabrak dan kita terluka.

Kemudian kita terbangun, dan memahami bahwa kejadian tadi hanyalah mimpi. Menyadari bahwa yang ‘real‘ sebenarnya ketika kita terbangun dari mimpi, sehingga misalnya kita mendapat luka di dunia ini, tentunya akan terasa ‘real‘ daripada terluka di dalam mimpi tadi. 

Dalam islam, dunia ini layaknya mimpi, dimana nanti kita akan terbangun setelah kita meninggal. Dan pada saat itu, semisal kita terluka (mendapat siksaan), tentu saja lebih terasa ‘real‘ daripada ketika kita masih dalam ‘mimpi’ di dunia.

Secuil cerita dari seseorang yang aku anggap senior, dengan sedikit gubahan.

Semoga kita dan keluarga kita selalu mengingat-Nya, selalu memohon perlindungan hanya kepada-Nya dan mendapat perlindungan-Nya saat hari akhir.

Ditulis di Yamato, Kanagawa, 26 Safar 1437 (9 Desember 2015).

3 thoughts on “Terbangun dari Mimpi

  1. Hai mbak.
    Yes, its Hanung. I didn’t think that you will make it to Japan. But wow, you’ve even already studied at Tokodai. This September I will also be going to Japan to continue my master by INPEX scholarship. Really happy found and read your stories.
    Do you have any Line contact or else. I would like to ask several stuffs in convenient time
    my Line id : **nu****nu**

  2. Greetings

    Hai, syifa. You have a nice blog
    I was just wandering if you are mbak Syifa whom I often met in the free speaking class of CLC ITS ?

Would you kind to have any thought?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s