Trimester Pertama Bagian II

#SeriKehamilan

Setelah kunjungan pertama pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan selanjutnya adalah dua minggu kemudian.

Mendaftarkan kehamilan ke pemerintah kota dan mendapat buku saku

Setelah dari dokter, kami mengira akan mendapat semacam surat keterangan dokter tentang kehamilan, tapi ternyata tidak. Kami cukup ragu waktu kembali ke hokenfukushi center (bagian kesejahteraan masyarakat termasuk kesejahteraan ibu hamil dan anak) untuk mendaftarkan kehamilan saya. Sesampainya disana, kami hanya ditanya apakah sudah ke dokter dan kami menjawab sudah di rumah sakit Aiiku minamirinkan, staf pun langsung melanjutkan prosedur pendaftaran kehamilan termasuk pemberian boushi techou dan kartu diskon pemeriksaan kehamilan.

Selain didaftar tentang kehamilan, kami dibekali sebuah buku saku, buku yang akan kami perlukan sampai anak mencapai usia bangku sekolah dasar (SD). Inilah buku yang juga berlaku sebagai akta lahir nantinya, boushi techou, begitu singkatannya. Karena kami berdua foreigner dan tidak pandai bahasa Jepang, maka kami diberi buku versi bahasa Inggris.

Boushi techou menyediakan halaman-halaman tentang record kehamilan ibu, event kelahiran dan kesehatan anak sampai usia 6 tahun. Selain record yang akan diisi, banyak informasi perkembangan bayi dan anak yang dimuat di buku tersebut, misalnya informasi perkembangan berat badan dan tinggi anak, dan informasi perkembangan motorik bayi. Juga dimuat kosakata medis dalam bahasa Jepang dan bahasa Inggris di bagian akhir.

Saya banyak belajar dari buku ini. Secara tidak sengaja, nantinya setelah menjadi ibu, sang ibu mendapat pengetahuan tentang tumbuh kembang anak dengan mengisi buku ini, yaitu menulis record kesehatan anak. Contohnya, pada usia 6 bulan maka ada pertanyaan tentang perkembangan bayi usia 6 bulan. Jika usia bayi belum mencapai 6 bulan, maka kita bisa mengira-ngira bagaimana perkembangan bayi usia 6 bulan. Buku ini juga sebagai bentuk edukasi untuk calon ibu maupun ibu.

Nah, yang saya dengar, setiap kota di Jepang memberikan diskon (potongan harga) untuk pemeriksaan kehamilan, menurut saya, selain memajukan kesejahteraan masyarakat, hal ini juga mendorong pertumbuhan angka kelahiran. Meskipun begitu, tetap juga yang saya dengar bahwa Jepang masih krisis angka kelahiran per tahunnya. Ketika rumah sakit yang dipilih adalah rumah sakit swasta pun seperti saya, tidak jarang saya membayar biaya pemeriksaan sangat murah bahkan gratis. Biaya pemeriksaan melambung hanya jika ada tes-tes khusus selain pemeriksaan rutin dan konsultasi dokter. Perlu saya ingatkan bahwa, diskon ini pun berlaku tidak terkecuali untuk orang asing yang tinggal di Jepang, termasuk saya.

Terakhir yang saya dengar dari senpai saya disini yang mau melahirkan di rumah sakit yang sama, dari awal sudah diberi rincian biaya pemeriksaan kehamilan secara detail. Kira-kira kalau full sampai due date tidak lebih dari ¥180,000. Ini hanya biaya pemeriksaan kehamilan ya, diluar biaya melahirkan. Tentu saja perlu diingat bahwa rumah sakit ini rumah sakit swasta yang cukup punya nama. Pada saat masa kehamilan saya yang lalu, biaya pemeriksaan kehamilan tidak lebih dari ¥90,000 (sudah dapat diskon).

Kunjungan kedua

Pada usia kehamilan 10 minggu kami kembali memeriksakan kandungan saya. Kegiatan pengecekan rutin terdiri dari 3 kegiatan standar, yaitu tes urin, pengukuran berat badan dan pengukuran tekanan darah. Dari kunjungan pertama, dokter belum yakin benar dengan usia kandungan, sehingga kali ini hasil pemeriksaannya adalah perkiraan usia kandungan yaitu 10w5d (baca: 10 minggu 5 hari) dengan hari perkiraan lahir (HPL) atau due date 2 Januari 2015. Kunjungan kali ini juga ada tes darah, sehingga ada pengambilan sampel darah.

Pada kunjungan ini juga kami mendapat waktu khusus berbicara dengan kepala perawat (Y-san) yang fasih berbicara bahasa Inggris. Beliau menjelaskan kepada kami tentang sistem rumah sakit. Sangat lega dengan mengetahui informasi ini.

Perlu diketahui bahwa setiap rumah sakit di Jepang memiliki sistem rumah sakit yang berbeda-beda. Misalnya saja, setelah kelahiran, dalam beberapa hari rawat inap di rumah sakit, ada rumah sakit yang mengizinkan bayi satu ruangan dengan si ibu, ada yang membuat jadwal kunjungan ibu bertemu bayi di ruang bayi saja. Serta kebijakan-kebijakan lain yang bisa berbeda pada setiap rumah sakit bersalin. Rumah sakit Aiiku minamirinkan ini pun bukan rumah sakit umum melainkan rumah sakit khusus obstetrics (bersalin) dan gynecology (kewanitaan).

Kunjungan ketiga

Kunjungan ketiga adalah kunjungan terakhir di trimester pertama kandungan saya. Hasil tes darah yang lalu diberitahukan pada kunjungan ketiga ini. Saya berada di usia kandungan minggu ke-15 (2 bulan lebih). Kali ini, saya juga mengikuti pemeriksaan kanker cervix.

Satu lagi pemeriksaan yaitu pemeriksaan menggunakan electrocardiogram (ECG) yang memonitor kinerja jantung. Kali ini ada yang mengganjal I sensei dari hasil ECG saya, sehingga saya disarankan untuk memeriksakan lebih lanjut ke rumah sakit spesialis jantung. Rasanya serem ya kalau ada apa-apa dengan jantung kita.

Yamato seiwa hospital minamirinkan

Di rumah sakit inilah kami menggunakan surat rekomendasi dari I sensei untuk memeriksakan lebih lanjut kesehatan jantung saya. Beberapa kali kami datang kemari untuk pemeriksaan, hampir seluruh event pembayaran berakhir dengan gratis atau sangat murah. Pelayanannya ramah dan mudah, meskipun kami orang asing (dan cuma lulusan N5).

Kunjungan pertama ke rumah sakit ini terkesan kagok karena mayoritas pasien yang mengantri pemeriksaan adalah orang tua. Ada mungkin beberapa pasien yang masih cukup muda tapi masih orang dewasa. Kalau pun banyak yang masih muda, mereka hanya keluarga yang menemani pasien yang sudah tua. Jadi sungkan karena saya masih dibawah umur 30 tahun sudah jadi pasien.

Dokter yang memeriksa kami membaca surat rekomendasi dari I sensei dan menyarankan tes ECG ulang di rumah sakit tersebut. Total empat kali kami berkunjung ke sini. Pertama tes darah dan tes ECG. Nah, seingat saya hasilnya baik-baik saja, namun untuk memastikan lebih lanjut, pada kunjungan kedua mobile ECG dipasangkan ke tubuh dan saya pakai dalam waktu 24 jam. Sehingga, aktifitas jantung akan terekam dalam waktu seharian. Kemudian kunjungan ketiga adalah pelepasan mobile ECG. Terakhir kunjungan keempat adalah hasil tes mobile ECG, alhamdulillah jantung normal. Maka nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang engkau dustakan?

  

One thought on “Trimester Pertama Bagian II

  1. Hai Mbak.
    お久しぶり。Saya Hanung yg dulu sempat kontak mbak Syifa, dari INPEX. Alhmdlillh sudah tiba di Jepang sejak september lalu. Baru ingat kalo kontak line mbak ilang. Boleh dibagi lagi ke saya, bisa lewat email. Sya ada acara di Kanagawa tgl 10 Desember ini, sepertinya saya akan silahturahim ke mbak kalo di ijinkan. Arigatou

Would you kind to have any thought?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s